|
Klinik Obesitas & Kebugaran
EXERCISE THERAPY (Pengobatan Dengan Olahraga) 
Exercise Therapy atau pengobatan dengan olahraga adalah salah satu aspek
dari pengobatan dengan tujuan khusus agar penderita dapat segera kembali
menjalani aktifitas dengan optimum setelah menjalani perawatan akibat sakit
atau cedera.Tujuan pengobatan dengan olahraga bagi orang yang menderita suatu
penyakit antara lain untuk menyembuhkan, memperkecil dosis obat, mencegah
komplikasi atau menjadi lebih parah serta memperkecil resiko kecacatan.
OLAHRAGA UNTUK MENCEGAH dan MENGOBATI PENYAKIT
Efek terhadap penyakit kardiovaskuler
Pembuluh darah melebar,
pembuluh darah kapiler akan terbentuk lebih banyak lagi serta lebih banyak
pembuluh darah kolateral yang membuka (yang tadinya menguncup).Keadaan ini baik
untuk mencegah maupun untuk terapi penderita penyakit jantung koroner,
hipertensi dan stroke.
Efek terhadap paru.
Volume paru akan
bertambah besar, alveoli (bagian dari paru tempat pertukaran O2 dan CO2) lebih
banyak yang membuka dan melebar sehingga memungkinkan lebih banyak O2 yang
dapat masuk dan diikat olah haemoglobin. Jadi kemampuan tubuh untuk mengambil
O2 untuk menghasilkan kapasitas kerja yang maksimal (VO2 max) meningkat.Keadaan
ini bermanfaat untuk penderita asma serta pasien yang bermasalah pada
paru-parunya, misalnya batuk kronis.
Efek terhadap kejiwaan
(psikologis).
Orang yang rajin
olahraga lebih tahan terhadap stres psikis, lebih bersemangat dalam mengerjakan
tugas sehari-hari, tampak ceria dan tidur lebih nyenyak. Olahraga juga dapat
menghilangkan stres (ketegangan) akibat pekerjaan.Hal ini disebabkan sewaktu
melakukan olahraga, kelenjar yang terdapat dibagian bawah otak manusia,
mengeluarkan hormon yang mirip dengan morfin lebih banyak dari biasanya. Hormon
ini dikenal dengan nama endorphine. Hormon ini dapat mengurangi rasa
sakit, meningkatkan daya ingat, serta menimbulkan rasa senang (euphoria).Olahraga
juga meningkatkan aktifitas hormon norepinephrine dan serotonoin dalam
otak.Efek ini sangat bermanfaat pada penderita penyakit jiwa pada umumnya
(stress, depresi).
Efek terhadap tulang dan
send.
Olahraga teratur bermanfaat untuk
orang-orang dengan usia lanjut, terutama wanita yang mendekati menopause.
Kepadatan tulang lebih tinggi sehingga dapat mencegah osteoporosis
(pengeroposan tulang).Latihan-latihan yang teratur menyebabkan tulang,sendi dan
jaringan ikat sendi lebih kuat sehingga tidak mudah cedera.
Efek terhadap lemak tubuh.
Lemak tubuh akan berkurang, karena cadangan lemak akan
dipakai juga sebagai sumber energi bila olahraga dilakukan terus menerus sampai
lebih kurang 30 menit, khususnya pada olahraga aerobik (aerobic exercise). Kadar lemak dalam darah (termasuk cholesterol) menurun
tetapi khusus HDL-Cholesterol akan meningkat. Keadaan ini dapat menurunkan
resiko terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner, karena fungsi
HDL-Cholesterol melindungi pembuluh darah terhadap penyempitan.Efek ini jelas
bermanfaat bagi orang yang kelebihan berat badan, hiperlipidemia, diabetes
mellitus, hipertensi serta mencegah penyakit jantung koroner maupun stroke.
Efek terhadap kadar gula darah.
Olahraga yang teratur
menyebabkan sel-sel tubuh lebih peka terhadap insulin, sehingga dengan kadar
insulin yang sedikit saja, glukosa dalam darah mudah masuk kedalam sel. Oleh
karena itu penderita diabetes yang rajin olahraga mungkin hanya memerlukan obat
antidiabetes dengan dosis yang rendah atau bahkan tidak perlu makan obat sama
sekali.
Efek terhadap daya tahan tubuh.
Olahraga dapat
meningkatkan zat anti atau zat kekebalan dalam tubuh. Itu sebabnya olahragawan
umumnya jarang sakit dibandingkan dengan orang tidak pernah olahraga.
OLAHRAGA YANG BAIK, BENAR, TERATUR
DAN TERUKUR
Olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur
dapat dijelaskan dengan memperhatikan petunjuk (FIT guidelines) sebagai berikut:
- F (Frequency): lakukan olahraga secara
teratur 3-5 kali seminggu. Mulai dengan 3 kali seminggu, kemudian bertahap
ditingkatkan sampai bisa melakukan 4 atau 5 kali seminggu.
- I (Intensity): intensitas atau beratnya
latihan diukur dengan denyut nadi. Latihan dianggap optimal bila denyut
nadi saat latihan masuk ke zona latihan. Zona latihan untuk pemula yaitu
antara 50-60% dari denyut jantung maksimal (Denyut jantung maksimal/DJM =
220 – umur). Bagi orang dengan tingkat kebugaran rata-rata (sedang) zona
latihan antara 60-75% DJM, sedang bagi yang mempunyai tingkat kebugaran
tinggi boleh sampai 85% DJM. Jadi mulai sesuai dengan kemampuan fisik dan
kesehatannya, kemudian bertahap ditingkatkan.
- T (Time)
atau lama pelaksanaan latihan. Juga pada awalnya disesuaikan dengan
kemampuan dan kondisi fisik kemudian ditingkatkan bertahap. Misalkan pada
awalnya 10-20 menit, kemudian sesudah beberapa minggu tingkatkan sampai
20-30 menit tiap kali latihan. bila sudah mampu serta tidak membahayakan
kesehatan boleh sampai 60 menit.
PILIHAN OLAHRAGA
Olahraga yang dianjurkan yaitu jenis aerobik,
antara lain:
1. jalan/joging
2. senam aerobik
3. bersepeda
4. renang
5. dayung
6. main
tali/skipping
Pilih mana olahraga yang disukai, tidak ada yang
lebih baik dari yang lain. Namun demikian tetap disesuaikan dengan kondisi
fisik dan penyakit yang diderita.
Jalan/Jogging Senam Aerobic Bersepeda
Renang Dayung Main Tali
Olahraga
bersama keluarga
lebih asyiik…
|