Jakarta,

Klinik Obesitas & Kebugaran

EXERCISE THERAPY

(Pengobatan Dengan Olahraga)


Exercise Therapy atau pengobatan dengan olahraga adalah salah satu aspek dari pengobatan dengan tujuan khusus agar penderita dapat segera kembali menjalani aktifitas dengan optimum setelah menjalani perawatan akibat sakit atau cedera.Tujuan pengobatan dengan olahraga bagi orang yang menderita suatu penyakit antara lain untuk menyembuhkan, memperkecil dosis obat, mencegah komplikasi atau menjadi lebih parah serta memperkecil resiko kecacatan.

OLAHRAGA UNTUK MENCEGAH dan MENGOBATI PENYAKIT

Efek terhadap penyakit kardiovaskuler

Pembuluh darah melebar, pembuluh darah kapiler akan terben­tuk lebih banyak lagi serta lebih banyak pembuluh darah kolateral yang membuka (yang tadinya menguncup).Keadaan ini baik untuk mencegah maupun untuk terapi penderita penyakit jantung koroner, hipertensi dan stroke.

Efek terhadap paru.

Volume paru akan bertambah besar, alveoli (bagian dari paru tempat pertukaran O2 dan CO2) lebih banyak yang membuka dan melebar sehingga memungkinkan lebih banyak O2 yang dapat masuk dan diikat olah haemoglobin. Jadi kemampuan tubuh untuk mengambil O2 untuk menghasilkan kapasitas kerja yang maksimal (VO2 max) meningkat.Keadaan ini bermanfaat untuk penderita asma serta pasien yang bermasalah pada paru-parunya, misalnya batuk kronis.

Efek terhadap kejiwaan (psikologis).

Orang yang rajin olahraga lebih tahan terhadap stres psikis, lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas sehari-hari, tampak ceria dan tidur lebih nyenyak. Olahraga juga dapat menghi­langkan stres (ketegangan) akibat pekerjaan.Hal ini disebabkan sewaktu melakukan olahraga, kelenjar yang terdapat dibagian bawah otak manusia, mengeluarkan hormon yang mirip dengan morfin lebih banyak dari biasanya. Hormon ini dikenal dengan nama endorphine. Hormon ini dapat mengurangi rasa sakit, meningkatkan daya ingat, serta menimbulkan rasa senang (euphoria).Olahraga juga meningkatkan aktifitas hormon norepinephrine dan serotonoin dalam otak.Efek ini sangat bermanfaat pada penderita penyakit jiwa pada umumnya (stress, depresi).

Efek terhadap tulang dan send.

Olahraga teratur bermanfaat untuk orang-orang dengan usia lanjut, terutama wanita yang mendekati menopause. Kepadatan tulang lebih tinggi sehingga dapat mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang).Latihan-latihan yang teratur menyebabkan tulang,sendi dan jaringan ikat sendi lebih kuat sehingga tidak mudah cedera.

Efek terhadap lemak tubuh.

    Lemak tubuh akan berkurang, karena cadangan lemak akan dipakai juga sebagai sumber energi bila olahraga dilakukan terus menerus sampai lebih kurang 30 menit, khususnya pada olahraga aerobik (aerobic exercise). Kadar lemak dalam darah (termasuk cholesterol) menurun tetapi khusus HDL-Cholesterol akan meningkat. Keadaan ini dapat menurunkan resiko terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner, karena fungsi HDL-Cholesterol melindungi pembuluh darah terhadap penyempitan.Efek ini jelas bermanfaat bagi orang yang kelebihan berat badan, hiperlipidemia, diabetes mellitus, hipertensi serta mencegah penyakit jantung koroner maupun stroke.

Efek terhadap kadar gula darah.

Olahraga yang teratur menyebabkan sel-sel tubuh lebih peka terhadap insulin, sehingga dengan kadar insulin yang sedikit saja, glukosa dalam darah mudah masuk kedalam sel. Oleh karena itu penderita diabetes yang rajin olahraga mungkin hanya memerlukan obat antidiabetes dengan dosis yang rendah atau bahkan tidak perlu makan obat sama sekali.

Efek terhadap daya tahan tubuh.

Olahraga dapat meningkatkan zat anti atau zat keke­balan dalam tubuh. Itu sebabnya olahragawan umumnya jarang sakit dibandingkan dengan orang tidak pernah olahraga.

OLAHRAGA YANG BAIK, BENAR, TERATUR DAN TERUKUR

Olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur dapat dijelaskan dengan memperhatikan petunjuk (FIT guidelines) sebagai berikut:

  1. F (Frequency): lakukan olahraga secara teratur 3-5 kali seminggu. Mulai dengan 3 kali seminggu, kemudian bertahap ditingkatkan sampai bisa melakukan 4 atau 5 kali seminggu.
  2. I (Intensity): intensitas atau beratnya latihan diukur dengan denyut nadi. Latihan dianggap optimal bila denyut nadi saat latihan masuk ke zona latihan. Zona latihan untuk pemula yaitu antara 50-60% dari denyut jantung maksimal (Denyut jantung maksimal/DJM = 220 – umur). Bagi orang dengan tingkat kebugaran rata-rata (sedang) zona latihan antara 60-75% DJM, sedang bagi yang mempunyai tingkat kebugaran tinggi boleh sampai 85% DJM. Jadi mulai sesuai dengan kemampuan fisik dan kesehatannya, kemudian bertahap ditingkatkan.
  3. T (Time) atau lama pelaksanaan latihan. Juga pada awalnya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisik kemudian ditingkatkan bertahap. Misalkan pada awalnya 10-20 menit, kemudian sesudah beberapa minggu tingkatkan sampai 20-30 menit tiap kali latihan. bila sudah mampu serta tidak membahayakan kesehatan boleh sampai 60 menit.

PILIHAN OLAHRAGA

Olahraga yang dianjurkan yaitu jenis aerobik, antara lain:

1. jalan/joging

2. senam aerobik

3. bersepeda

4. renang

5. dayung

6. main tali/skipping

Pilih mana olahraga yang disukai, tidak ada yang lebih baik dari yang lain. Namun demikian tetap disesuaikan dengan kondisi fisik dan penyakit yang diderita.



Jalan/Jogging Senam Aerobic Bersepeda




Renang Dayung Main Tali




Olahraga bersama keluarga

lebih asyiik…




 
 
Hakcipta © 2010 Rumah Sakit Marinir Cilandak
Desain oleh Green Soft